<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jimmy Kurnia Indradjaya &#187; Keuangan</title>
	<atom:link href="http://jimmykurniaindradjaya.com/category/tips/keuangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jimmykurniaindradjaya.com</link>
	<description>Carpe Diem .... Raihlah Hari Ini..</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Aug 2010 09:36:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Siapkah Anda Untuk Pensiun?</title>
		<link>http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/05/25/siapkah-anda-untuk-pensiun/</link>
		<comments>http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/05/25/siapkah-anda-untuk-pensiun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 03:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jimmy Kurnia Indradjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[aset produktif]]></category>
		<category><![CDATA[instrumen investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[merancang pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jimmykurniaindradjaya.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Merancang pensiun? Soal itu jangan  dibahas sekarang deh. Saya masih muda, baru 30 tahun. Saya masih kuat bekerja. Nanti kalau sudah menjelang 50 tahun, barulah bicara soal pensiun.&#8221; Kata-kata ini sering terdengar dikalangan anak muda berusia dibawah 35 tahun. Mereka seperti alergi membicarakan pensiun karena merasa masih punya banyak waktu. Padahal, merencanakan pensiun sejak usia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jimmykurniaindradjaya.com/wp-content/uploads/2009/05/perencaaan-pensiun.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-470" title="merancang pensiun" src="http://jimmykurniaindradjaya.com/wp-content/uploads/2009/05/perencaaan-pensiun-300x224.jpg" alt="merancang pensiun" width="300" height="224" /></a>&#8220;<a title="pensiun" href="http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/05/25/siapkah-anda-untuk-pensiun/" target="_blank"><strong>Merancang pensiun</strong></a>? Soal itu jangan  dibahas sekarang deh. Saya masih muda, baru 30 tahun. Saya masih kuat bekerja. Nanti kalau sudah menjelang 50 tahun, barulah bicara soal pensiun.&#8221; Kata-kata ini sering terdengar dikalangan anak muda berusia dibawah 35 tahun. Mereka seperti alergi membicarakan pensiun karena merasa masih punya banyak waktu. Padahal, merencanakan pensiun sejak usia muda merupakan langkah tepat menuju hari tua yang sejahtera.</p>
<p>Dari hasil survey yang diadakan oleh majalah SWA terhadap 32 responden profesional independen di Jakarta, ternyata mayoritas (28,13%) belum merancang pensiun hingga kini. Dan sebagian responden (25%) merancang pensiun justru di usia yang sudah tua, yaitu 41- 45 tahun. Sebaliknya hanya 3,13% responden yang merencanakan pensiun sebelum umur 30 tahun. Kondisi serupa juga terjadi di kalangan pengusaha. Dari 34 responden pengusaha yang disurvei, mayoritas (38,24%) mengaku belum merancang pensiun hingga sekarang.</p>
<p>Memang, tak ada batasan baku pada usia berapa sebaiknya seseorang memikirkan pensiun.  Bila pensiun didefinisikan sebagai masa dimana seseorang tidak produktif dan tidak memfokuskan dirinya mencari uang maka sebaiknya seseorang mempersiapkan pensiunnya sejak masih produktif bekerja.</p>
<p>Analoginya begini: jika seseorang ingin pensiun pada usia 60 tahun, sementara sekarang baru berusia 25 tahun, ia masih punya waktu 35 tahun untuk menabung. Akan tetapi, bila sekarang umurnya sudah 40 tahun dan ingin pensiun 60 tahun, berarti persiapannya tinggal 20 tahun lagi. Sudah pasti, jumlah uang yang harus ditabung tiap bulan lebih besar ketika anda baru memulainya di usia 40 tahun ketimbang 25 tahun.</p>
<p>Agar lebih jelasnya Aidil Akbar Madjid seorang manajer investasi memberikan contoh konkret. &#8220;Bila waktu pensiun saya tinggal 10 tahun lagi, saya harus menyisihkan RP 3 juta/bulan. Tetapi bila masa pensiun saya masih 25 tahun lagi, dengan suku bunga yang sama saya mengalokasikan kurang dari Rp 1 juta/bulan.&#8221; Memang besaran uang yang ditabung didasarkan kepada jenis aktivitas apa yang ingin dilakukan serta berapa pasive income yang diperlukan pada saat pensiun nanti. Dimana tentunya hal ini juga berhubungan dengan instrumen investasi (<strong><a title="aset produktif" href="http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/05/18/komposisi-aset-dalam-pengembangan-kekayaan/" target="_blank">aset produktif</a></strong>) yang perlu dipilih untuk menghasilkan pasive income yang anda inginkan.</p>
<p>Sudahkah anda mulai merancang pensiun anda? Bila belum mungkin inilah saatnya!</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/05/25/siapkah-anda-untuk-pensiun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>264</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komposisi Aset Dalam Pengembangan Kekayaan</title>
		<link>http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/05/18/komposisi-aset-dalam-pengembangan-kekayaan/</link>
		<comments>http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/05/18/komposisi-aset-dalam-pengembangan-kekayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 08:31:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jimmy Kurnia Indradjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[aset]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[komposisi aset]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan kekayaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jimmykurniaindradjaya.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[Bila kekayaan itu ibarat kita menaiki sebuah tangga, maka paling tidak ada lima tingkat yang harus dilalui. Pertama, keinginan menjadi kaya. Kedua, bagaimana meraih kekayaan. Ketiga, bagaimana menjadi lebih kaya. Keempat, bagaimana mempertahankan kekayaan. Kelima, bagaimana berbagi kekayaan.
Bagi sebagian besar orang pertanyaan yang peling sering muncul adalah bagaimana menjadi lebih kaya?
Hal ini layak untuk dicermati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jimmykurniaindradjaya.com/wp-content/uploads/2009/05/meningkatkan-kekayaan.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-468" title="Komposisi Aset Dalam Pengembangan Kekayaan" src="http://jimmykurniaindradjaya.com/wp-content/uploads/2009/05/meningkatkan-kekayaan-300x226.jpg" alt="Komposisi Aset Dalam Pengembangan Kekayaan" width="300" height="226" /></a>Bila <a title="kekayaan" href="http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/05/18/komposisi-aset-dalam-pengembangan-kekayaan/" target="_blank"><strong>kekayaan</strong></a> itu ibarat kita menaiki sebuah tangga, maka paling tidak ada lima tingkat yang harus dilalui. Pertama, keinginan menjadi kaya. Kedua, bagaimana meraih kekayaan. Ketiga, bagaimana menjadi lebih kaya. Keempat, bagaimana mempertahankan kekayaan. Kelima, bagaimana berbagi kekayaan.</p>
<p>Bagi sebagian besar orang pertanyaan yang peling sering muncul adalah bagaimana menjadi lebih kaya?</p>
<p>Hal ini layak untuk dicermati mengingat cukup banyak kisah orang kaya yang kemudian jatuh miskin. Karena itu memaknai kekayaan secara benar dan mengupayakannya menjadi lebih kaya merupakan salah satu inti hakikat kekayaan.</p>
<p>Orang disebut kaya jika jumlah hartanya lebih besar dari utang. Harta disini merupakan akumulasi dari pendapatan yang diinvestasikan dan atau diperoleh sehingga menambah kekayaan. Kekayaan itu sendiri, dalam bentuk aset, bisa dibagi menjadi aset produktif dan aset tidak produktif.</p>
<p>Seseorang akan menjadi lebih kaya jika aset produktifnya cukup signifikan dan sebaliknya bisa menjadi miskin kembali jika asetnya hanya berupa aset konsumtif.</p>
<p>Untuk memudahkan pemahaman, kita ambil contoh Mike Tyson sang mantan juara tinju kelas berat dan Paijo yang hanyalah orang biasa dengan penampilan sederhana. Mike Tyson memiliki kekayaan sebesar $ 400 juta sedangkan Paijo hanya memiliki pekerjaan sebagai karyawan disebuah perusahaan. Tyson membelanjakan uangnya untuk membeli perhiasan mewah, rumah mewah, mobil mewah termasuk <em>limousine</em>s, <em>handphone</em>, baju mewah, sepeda motor serta macan siberia dan menyelenggarakan pesta-pesta mewah yang tidak menghasilkan sedangkan Paijo dengan tekun bekerja, menyisihkan penghasilannya setiap bulan dan hasil tabungannya digunakannya untuk membeli sebuah warung sederhana. Waktu berjalan terus dimana Tyson terus tenggelam dengan kehidupan mewahnya dan terus menggunakan kartu kreditnya untuk bersenang-senang sedangkan Paijo terus mengembangkan warungnya dan dari hasil tabungannya ia membeli warung kedua, rumah kos, kios photo copy dan tetap hidup bersahaja.</p>
<p>Sekian tahun berlalu, Tyson dinyatakan bangkrut dengan hutang sebesar $ 27 juta sedangkan Paijo hidup dengan nyaman tanpa harus bekerja lagi dikantornya yang lama karena aset yang dimilikinyalah yang memberikan penghasilan untuknya setiap bulan.</p>
<p>Kesimpulannya adalah, besarnya aset yang dimiliki tidak menjamin seseorang akan menjadi lebih kaya jika aset yang dimiliki tidak dalam bentuk aset produktif.</p>
<p>Singkatnya, menjadi lebih kaya sesungguhnya tidak tergantung pada besar aset dan gaji atau pendapatan yang dimiliki saat ini. Menjadi lebih kaya sangat dipengaruhi komposisi aset.</p>
<p>Itu juga merupakan bukti kekayaan bukanlah kondisi yang diperoleh seketika. <strong><a title="kekayaan" href="http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/04/17/kiat-rahasia-sukses-orang-kaya-semakin-kaya/" target="_blank">Kekayaan</a></strong> yang sejati diraih melalui pemupukan aset berdasar perencanaan matang, tindakan yang tidak konsumtif, dan apalagi <em>snobbis</em>, sekedar unjuk gigi agar disebut kaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/05/18/komposisi-aset-dalam-pengembangan-kekayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>84</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Rahasia Suskes Orang Kaya Semakin Kaya</title>
		<link>http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/04/17/kiat-rahasia-sukses-orang-kaya-semakin-kaya/</link>
		<comments>http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/04/17/kiat-rahasia-sukses-orang-kaya-semakin-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 01:11:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jimmy Kurnia Indradjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kiat]]></category>
		<category><![CDATA[kiat rahasia sukses]]></category>
		<category><![CDATA[orang kaya]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia orang kaya]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia orang kaya semakin kaya]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jimmykurniaindradjaya.com/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Apa kiat rahasia sukses orang kaya sehingga semakin kaya sedangkan kelas menengah bergumul terus dan yang miskin semakin miskin?
Orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan). Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jimmykurniaindradjaya.com/wp-content/uploads/2009/04/orang-kaya.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-449" title="Kiat Rahasia Suskes Orang Kaya Semakin Kaya" src="http://jimmykurniaindradjaya.com/wp-content/uploads/2009/04/orang-kaya.jpg" alt="Kiat Rahasia Suskes Orang Kaya Semakin Kaya" width="225" height="300" /></a>Apa <a title="kiat rahasia sukses" href="http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/04/17/kiat-rahasia-sukses-orang-kaya-semakin-kaya/" target="_blank"><strong>kiat rahasia sukses</strong></a> orang kaya sehingga semakin kaya sedangkan kelas menengah bergumul terus dan yang miskin semakin miskin?</p>
<p>Orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan). Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll) sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka semakin besar , mereka <a title="investasi" href="http://jimmykurniaindradjaya.com/2008/06/23/harga-emas-akan-naik-5-kali-lipat/" target="_blank"><strong>investasi</strong></a>kan kembali ke dalam asset tersebut diatas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.</p>
<p>Mengapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka biasanya mereka mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih sehingga semakin besar pengeluarannya. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk mereka. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan yang semakin besar seumur hidupnya.</p>
<p>Kenapa orang miskin semakin miskin ?</p>
<p>Orang yang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya maka semuanya akan masuk ke pengeluaran atau habis dibelanjakan.</p>
<p>Contoh :</p>
<p>Orang yang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar, beli jam yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.</p>
<p>Pertanyaannya :</p>
<p>Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?</p>
<p>Anda ingin tahu lebih jauh tentang <strong>kiat rahasia sukses</strong> orang kaya semakin kaya? Untuk itu Anda dapat download eBook 24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan oleh Tung Desem Waringin senilai Rp. 250.000,- dan seminar 3 hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,- secara <strong>GRATIS</strong>! Untuk mendapatkan semua penawaran itu dapat anda klik <a title="E-book &amp; Tiket GRATIS" href="http://reviewrus.com/ebook&amp;tiketgratis.html" target="_blank"><strong>disini</strong></a> sekarang juga karena penawaran yang <strong>terbatas</strong>!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jimmykurniaindradjaya.com/2009/04/17/kiat-rahasia-sukses-orang-kaya-semakin-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang Miskin, Orang Menengah dan Orang Kaya</title>
		<link>http://jimmykurniaindradjaya.com/2008/05/09/orang-miskin-orang-menengah-dan-orang-kaya/</link>
		<comments>http://jimmykurniaindradjaya.com/2008/05/09/orang-miskin-orang-menengah-dan-orang-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 05:36:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jimmy Kurnia Indradjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[menengah]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[orang kaya]]></category>
		<category><![CDATA[orang menengah]]></category>
		<category><![CDATA[orang miskin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jimmykurniaindradjaya.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kita bicara tentang orang miskin, menengah dan kaya biasanya yang menjadi tolok ukurnya adalah besaran penghasilan, harta benda, gaya hidup dan lain-lain.  Namun kalau kita hanya melihat pada tolok ukur diatas maka kita akan terkecoh dan memahami sesuatu yang menurut saya kurang tepat kalau tidak bisa dikatakan salah. Mengapa demikian?
Jawabnya adalah gaya hidup. Gaya hidup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jimmykurniaindradjaya.com/wp-content/uploads/2008/05/miskin-dan-kaya.jpg" alt="Miskin dan Kaya" width="170" height="113" />Kalau kita bicara tentang orang miskin, menengah dan kaya biasanya yang menjadi tolok ukurnya adalah besaran penghasilan, harta benda, gaya hidup dan lain-lain.  Namun kalau kita hanya melihat pada tolok ukur diatas maka kita akan terkecoh dan memahami sesuatu yang menurut saya kurang tepat kalau tidak bisa dikatakan salah. Mengapa demikian?</p>
<p>Jawabnya adalah gaya hidup. Gaya hidup yang kurang tepat dapat menjadikan kita berada di tempat orang miskin walaupun kita berpenghasilan 50 juta rupiah sebulan (contoh). Sebaliknya dengan gaya hidup yang tepat menjadikan kita berada di kelas orang kaya walaupun kita berpenghasilan 10 juta perbulan (contoh). Kok bisa?</p>
<p>Orang dapat menjadi kaya dan semakin kaya karena walaupun penghasilannya bertambah besar namun gaya hidupnya tetap (menunda kesenangan). Penghasilan yang lebih ini dialokasikan untuk investasi dalam bentuk aset seperti membeli saham yang memberikan deviden, rumah/ruko yang dikontrakkan, logam mulia/emas, usaha-usaha lain yang menghasilkan, dll. Hal ini memberikan penghasilan yang semakin bertambah dan penambahan penghasilan ini kembali diinvestasikan dalam bentuk aset, demikian seterusnya.</p>
<p>Sedangkan orang menengah sulit menjadi orang kaya karena setiap kelebihan penghasilan yang didapatkannya di alokasikan untuk membeli dan mencicil sesuatu yang lebih besar misalnya mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih mewah, handphone yang lebih canggih, televisi dan audio yang lebih besar/canggih. Sehingga itu semua menjadi pengeluaran. Kenapa? Karena kecuali rumah hal-hal yang lain mengalami penyusutan/depresiasi/pengurangan nilai dari tahun ke tahun. Sehingga dengan bertambahnya waktu maka akan semakin besar pengeluaran dan kewajibannya dibandingkan dengan pemasukkan.</p>
<p>Sedangkan bagi orang yang mendapatkan gaji misalnya 50 juta perbulan seperti contoh diatas sekalipun akan berakhir miskin dihari tuanya adalah karena penghasilannya = pengeluarannya. Misalnya dia akan menghabiskan uangnya untuk barang dan pakaian mewah, menyewa apartment mewah, clubbing ke cafe-cafe, fitness ditempat yang mahal, keanggotaan golf dan lain sebagainya.</p>
<p>Bila anda mempunyai penghasilan yang bertambah besar apakah akan anda investasikan atau anda belanjakan?  Jawabannya tentu ada ditangan anda masing-masing. Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jimmykurniaindradjaya.com/2008/05/09/orang-miskin-orang-menengah-dan-orang-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alokasi Aset Yang Aman</title>
		<link>http://jimmykurniaindradjaya.com/2008/05/07/alokasi-aset-yang-aman/</link>
		<comments>http://jimmykurniaindradjaya.com/2008/05/07/alokasi-aset-yang-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 05:59:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jimmy Kurnia Indradjaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[alokasi]]></category>
		<category><![CDATA[alokasi aset]]></category>
		<category><![CDATA[alokasi aset yang aman]]></category>
		<category><![CDATA[aset]]></category>
		<category><![CDATA[aset alokasi]]></category>
		<category><![CDATA[aset alokasi yang aman]]></category>
		<category><![CDATA[asset alokasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jimmykurniaindradjaya.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi orang yang bahagia dan sejahtera baik dari segi rohani maupun jasmani mungkin menjadi impian dari sebagian besar orang di dunia ini. Namun dari sekian banyak orang yang memimpikan hal ini tidak semuanya dapat mencapai impiannya ini. Mengapa? Jawaban yang terbesar mungkin adalah karena mereka tidak melakukan alokasi aset dengan baik dan benar disaat mereka masih dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jimmykurniaindradjaya.com/wp-content/uploads/2008/05/alokasi-aset.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-118" title="alokasi-aset" src="http://jimmykurniaindradjaya.com/wp-content/uploads/2008/05/alokasi-aset.jpg" alt="" width="170" height="111" /></a>Menjadi orang yang bahagia dan sejahtera baik dari segi rohani maupun jasmani mungkin menjadi impian dari sebagian besar orang di dunia ini. Namun dari sekian banyak orang yang memimpikan hal ini tidak semuanya dapat mencapai impiannya ini. Mengapa? Jawaban yang terbesar mungkin adalah karena mereka tidak melakukan alokasi aset dengan baik dan benar disaat mereka masih dalam usia produktif.</p>
<p>Menurut para pakar cara melakukan alokasi aset yang benar adalah sebagai berikut. Berapapun penghasilan anda &#8230;</p>
<p>Mengapa kalimat &#8220;berapapun penghasilan anda &#8230;&#8221; yang menjadi awalnya? Karena untuk dikatakan mempunyai penghasilan yang &#8220;cukup&#8221; untuk mulai melakukan alokasi aset adalah sangat relatif sifatnya. Bisa jadi seseorang yang berpenghasilan 10 juta sebulan mengatakan bahwa dia belum siap untuk mulai melakukan alokasi aset. Mengapa? Karena mungkin hal-hal yang menjadi kebutuhkannya masih banyak. Misalnya &#8230; keinginan untuk memiliki barang ber-merk atau model barang yang terbaru untuk mengikuti mode. Keinginan untuk hal ini menurut saya adalah sah-sah saja. Namun pertanyaannya jika hal ini menyebabkan kita &#8220;mengancam&#8221; masa depan atau hari tua kita apalagi anak-anak kita (bagi yang sudah memiliki) apakah akan terus dipertahankan? Untuk merubah suatu kebiasaan adalah suatu hal yang tidak mudah. Seperti halnya jika kita biasa menulis dengan tangan kanan akan sulit untuk menulis dengan tangan kiri, bukan? Demikianpun untuk orang yang masih menggangap bahwa penghasilannya masih terlalu kecil untuk mulai melakukan alokasi aset maka hanya ada satu yang dapat anda lakukan yakni anda harus melakukannya bila anda ingin merubah masa depan anda.</p>
<p>Nah sekarang adalah mengenai besar dari masing-masing alokasi ini.</p>
<ol>
<li>Untuk hari tua anda maka kita sebut untuk <strong>Alokasi Aman</strong> yakni sebesar &#8230; minimal 10% dari jumlah penghasilan bersih anda (setelah dikurangi pajak). Semakin besar persentase alokasi maka akan semakin cepat anda merdeka secara keuangan. Alokasi ini tidak boleh disentuh/diambil bahkan bunga/hasilnya sekalipun hingga anda pensiun. Pada saat anda pensiun maka yang anda gunakan adalah hanya bunganya saja sehingga jumlah pokoknya masih akan tetap menghasilkan setiap bulannya. Yang disebut aman ini maka bunganya kurang dari 15% pertahun dan 95% kemungkinannya untuk berhasil.</li>
<li>Alokasi yang ke-2 adalah <strong>Alokasi Amal </strong>yang besarnya minimal 10%. Alokasi yang ini menurut saya hukumnya wajib disemua agama sekalipun. Karena diluar sana masih banyak sekali orang-orang yang hidupnya lebih tidak beruntung dibandingkan dengan kita.</li>
<li>Alokasi yang ini disebut <strong>Alokasi Pendidikan</strong> yang besarnya adalah juga 10% dari penghasilan bersih kita. Yang dimaksud dengan alokasi pendidikan adalah untuk terus menambah pengetahuan kita. Karena dengan pengetahuanlah maka cakrawala cara berpikir kita juga akan semakin luas.</li>
<li><strong>Alokasi Cadangan</strong>. Alokasi ini besarnya juga 10% dan biasanya digunakan untuk keadaan darurat, misalnya anda berhenti dari pekerjaan anda maka anda masih mempunyai dana untuk menghidupi diri anda dan keluarga minimal 5 &#8211; 6 bulan. Setelah tercapai jumlah minimum ini lalu gunakan sekian persennya untuk dimasukkan ke dalam investasi tumbuh (bunga/hasilnya 15% &#8211; 100%/bulan).</li>
<li>Nah alokasi yang ke-5 ini mungkin yang cukup ditunggu yakni <strong>Alokasi Kesenangan</strong> yang besarnya juga 10%. Mengapa kok ada alokasi yang ke-5 ini? Prinsipnya karena kalau kita sudah menabung maka kita juga &#8220;pantas&#8221; untuk menikmati hasil jerih payah kita selama sebulan, bukan? Tapi persentasenya harus ketat dan tidak melebihi 10% perbulan. Untuk alokasi yang satu ini kita harus ekstra disiplin karena biasanya untuk kesenangan kita sering mudah untuk berkompromi. Misalnya anda ingin membeli suatu barang yang harganya melebihi alokasi 10%  ini misalnya menjadi 11%. Kalau anda mulai berkompromi maka biasanya anda juga akan berkompromi dengan alokasi yang lain. Akhirnya &#8230; alokasi anda akan berantakan &#8230; juga masa depan anda. Jadi berhati-hatilah!</li>
<li>Alokasi yang terakhir adalah <strong>Alokasi Dihabiskan </strong>yang besarnya adalah 50% dari penghasilan anda. Alokasi ini adalah untuk membiayai kehidupan anda dan keluarga sehari-hari.</li>
</ol>
<p>Kunci dari keberhasilan menjalankan Alokasi Aset ini adalah <strong>DISIPLIN</strong>. Bagi anda yang memang sudah disiplin maka menjalankan hal diatas merupakan hal yang tidak sulit. Namun bagi sebagian besar dari kita termasuk saya pribadi yang seringkali &#8220;berkompromi&#8221; maka kita harus berusaha untuk lebih berdisiplin diri demi masa depan kita yang lebih baik. Kata pepatah mengatakan &#8220;Kita Bisa Kalau Kita Pikir Kita Bisa&#8221;. Jadi bisa atau tidaknya hanya ada didalam pikiran kita masing-masing.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jimmykurniaindradjaya.com/2008/05/07/alokasi-aset-yang-aman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
