Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Bisnis Via Internet | Bisnis Online
Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Bisnis Via Internet | Bisnis Online

Siapkah Anda Untuk Pensiun?

By Jimmy Kurnia Indradjaya | May 25, 2009

merancang pensiunMerancang pensiun? Soal itu jangan  dibahas sekarang deh. Saya masih muda, baru 30 tahun. Saya masih kuat bekerja. Nanti kalau sudah menjelang 50 tahun, barulah bicara soal pensiun.” Kata-kata ini sering terdengar dikalangan anak muda berusia dibawah 35 tahun. Mereka seperti alergi membicarakan pensiun karena merasa masih punya banyak waktu. Padahal, merencanakan pensiun sejak usia muda merupakan langkah tepat menuju hari tua yang sejahtera.

Dari hasil survey yang diadakan oleh majalah SWA terhadap 32 responden profesional independen di Jakarta, ternyata mayoritas (28,13%) belum merancang pensiun hingga kini. Dan sebagian responden (25%) merancang pensiun justru di usia yang sudah tua, yaitu 41- 45 tahun. Sebaliknya hanya 3,13% responden yang merencanakan pensiun sebelum umur 30 tahun. Kondisi serupa juga terjadi di kalangan pengusaha. Dari 34 responden pengusaha yang disurvei, mayoritas (38,24%) mengaku belum merancang pensiun hingga sekarang.

Memang, tak ada batasan baku pada usia berapa sebaiknya seseorang memikirkan pensiun.  Bila pensiun didefinisikan sebagai masa dimana seseorang tidak produktif dan tidak memfokuskan dirinya mencari uang maka sebaiknya seseorang mempersiapkan pensiunnya sejak masih produktif bekerja.

Analoginya begini: jika seseorang ingin pensiun pada usia 60 tahun, sementara sekarang baru berusia 25 tahun, ia masih punya waktu 35 tahun untuk menabung. Akan tetapi, bila sekarang umurnya sudah 40 tahun dan ingin pensiun 60 tahun, berarti persiapannya tinggal 20 tahun lagi. Sudah pasti, jumlah uang yang harus ditabung tiap bulan lebih besar ketika anda baru memulainya di usia 40 tahun ketimbang 25 tahun.

Agar lebih jelasnya Aidil Akbar Madjid seorang manajer investasi memberikan contoh konkret. “Bila waktu pensiun saya tinggal 10 tahun lagi, saya harus menyisihkan RP 3 juta/bulan. Tetapi bila masa pensiun saya masih 25 tahun lagi, dengan suku bunga yang sama saya mengalokasikan kurang dari Rp 1 juta/bulan.” Memang besaran uang yang ditabung didasarkan kepada jenis aktivitas apa yang ingin dilakukan serta berapa pasive income yang diperlukan pada saat pensiun nanti. Dimana tentunya hal ini juga berhubungan dengan instrumen investasi (aset produktif) yang perlu dipilih untuk menghasilkan pasive income yang anda inginkan.

Sudahkah anda mulai merancang pensiun anda? Bila belum mungkin inilah saatnya!

Semoga bermanfaat.

Topics: Keuangan, Tips | 66 Comments »

Komposisi Aset Dalam Pengembangan Kekayaan

By Jimmy Kurnia Indradjaya | May 18, 2009

Komposisi Aset Dalam Pengembangan KekayaanBila kekayaan itu ibarat kita menaiki sebuah tangga, maka paling tidak ada lima tingkat yang harus dilalui. Pertama, keinginan menjadi kaya. Kedua, bagaimana meraih kekayaan. Ketiga, bagaimana menjadi lebih kaya. Keempat, bagaimana mempertahankan kekayaan. Kelima, bagaimana berbagi kekayaan.

Bagi sebagian besar orang pertanyaan yang peling sering muncul adalah bagaimana menjadi lebih kaya?

Hal ini layak untuk dicermati mengingat cukup banyak kisah orang kaya yang kemudian jatuh miskin. Karena itu memaknai kekayaan secara benar dan mengupayakannya menjadi lebih kaya merupakan salah satu inti hakikat kekayaan.

Orang disebut kaya jika jumlah hartanya lebih besar dari utang. Harta disini merupakan akumulasi dari pendapatan yang diinvestasikan dan atau diperoleh sehingga menambah kekayaan. Kekayaan itu sendiri, dalam bentuk aset, bisa dibagi menjadi aset produktif dan aset tidak produktif.

Seseorang akan menjadi lebih kaya jika aset produktifnya cukup signifikan dan sebaliknya bisa menjadi miskin kembali jika asetnya hanya berupa aset konsumtif.

Untuk memudahkan pemahaman, kita ambil contoh Mike Tyson sang mantan juara tinju kelas berat dan Paijo yang hanyalah orang biasa dengan penampilan sederhana. Mike Tyson memiliki kekayaan sebesar $ 400 juta sedangkan Paijo hanya memiliki pekerjaan sebagai karyawan disebuah perusahaan. Tyson membelanjakan uangnya untuk membeli perhiasan mewah, rumah mewah, mobil mewah termasuk limousines, handphone, baju mewah, sepeda motor serta macan siberia dan menyelenggarakan pesta-pesta mewah yang tidak menghasilkan sedangkan Paijo dengan tekun bekerja, menyisihkan penghasilannya setiap bulan dan hasil tabungannya digunakannya untuk membeli sebuah warung sederhana. Waktu berjalan terus dimana Tyson terus tenggelam dengan kehidupan mewahnya dan terus menggunakan kartu kreditnya untuk bersenang-senang sedangkan Paijo terus mengembangkan warungnya dan dari hasil tabungannya ia membeli warung kedua, rumah kos, kios photo copy dan tetap hidup bersahaja.

Sekian tahun berlalu, Tyson dinyatakan bangkrut dengan hutang sebesar $ 27 juta sedangkan Paijo hidup dengan nyaman tanpa harus bekerja lagi dikantornya yang lama karena aset yang dimilikinyalah yang memberikan penghasilan untuknya setiap bulan.

Kesimpulannya adalah, besarnya aset yang dimiliki tidak menjamin seseorang akan menjadi lebih kaya jika aset yang dimiliki tidak dalam bentuk aset produktif.

Singkatnya, menjadi lebih kaya sesungguhnya tidak tergantung pada besar aset dan gaji atau pendapatan yang dimiliki saat ini. Menjadi lebih kaya sangat dipengaruhi komposisi aset.

Itu juga merupakan bukti kekayaan bukanlah kondisi yang diperoleh seketika. Kekayaan yang sejati diraih melalui pemupukan aset berdasar perencanaan matang, tindakan yang tidak konsumtif, dan apalagi snobbis, sekedar unjuk gigi agar disebut kaya.

Topics: Keuangan, Tips | 27 Comments »

Daftar Kata Kunci Indonesia Saat Ini

By Jimmy Kurnia Indradjaya | May 13, 2009

Daftar Kata Kunci Indonesia Saat IniSejak saya mulai membuat blog maka hal yang sering muncul di benak saya adalah “apa yang akan saya tulis” atau “topik apa yang menarik untuk orang” atau “kata kunci apa yang banyak orang sedang cari saat ini” atau pertanyaan yang sejenis. Dimana hal tersebut seringkali membuat saya justru semakin ragu untuk mulai menulis terutama artikel-artikel awal saya. Ternyata saya juga sempat mendapatkan pertanyaan sejenis dari kawan-kawan yang baru mau memulai bisnis onlinenya dan menulis artikelnya pertamanya.

Dengan melihat cukup banyaknya keraguan dan pertanyaan seputar kata kunci tersebut maka mulai saat ini saya akan secara teratur menampilkan kata kunci-kata kunci yang sedang cukup banyak dicari dalam bahasa Indonesia.  Saya juga berniat untuk terus melakukan revisi atas kata kunci-kata kunci tersebut secara berkala.

Untuk saat ini kata kunci Indonesia yang sedang cukup banyak dicari orang adalah sebagai berikut:

Semoga hal diatas bermanfaat serta memudahkan kawan-kawan dalam menulis artikel dengan daftar kata kunci Indonesia serta dapat mendatangkan trafik yang baik untuk situs anda. Untuk melakukan pengujian maka grafik dari Google Trends bisa digunakan untuk daftar kata kunci Indonesia diatas.

Selamat mencoba!

(Update 19 Juni 2009)

Topics: Artikel | 47 Comments »

« Previous Entries

  • Jimmy Kurnia Indradjaja's Facebook profile


    Peluang Bisnis dan Usaha


  • Peluang Usaha dan Bisnis


  • Peluang Bisnis

  • Ebook Belajar Membuat Blog

    Peluang Bisnis

  • E-Book Gratis

    Peluang Bisnis

    Peluang Bisnis



  • Peluang Bisnis


  • Harga Emas, Perak & Platinum

  • Blogroll

  • Untuk Yang Males Nulis Di Comments




  • Resources | Exchange Catalog
    |
    Commercial mortgage
    eXTReMe Tracker
    Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Bisnis Via Internet | Bisnis Online